Cerita tentang pour over berkembang pada awalnya karena seorang ibu. Iya, seorang ibu yang menginginkan seduhan kopi sehari-seharinya tidak meninggalkan ampas ketika diminum. Adalah Melitta Bentz, seorang wanita kelahiran Jerman, yang pada tahun 1960an menemukan ide untuk mendapatkan rasa kopi yang lebih enak dengan menggunakan kertas dari buku catatan sekolah anaknya. Ide ini kemudian berkembang hingga akhirrnya ia dan suaminya mendirikan sebuah perusahaan yang khusus menawarkan coffee filter dan dripper satu lubang yang legendaris hingga hari ini.
Pada tahun yang sama, Kalita Co., sebuah perusahaan keluarga di Jepang memperkenalkan dripper yang mirip dengan yang dibuat oleh Melitta. Kalita memodifikasi dripper tersebut menjadi 3 lubang. Selain itu, mereka juga membuat Kalita Wave, dripper dengan 3 lubang dan kertas saring yang berbentuk gelombang atau dikenal dengan sebutan Kalita Wave.
Lima tahun kemudian, sekitar tahun 1973 muncul dripper bentuk kerucut yang pertama, bernama Kono Meimon. Kono Meimon adalah pelopor dripper kerucut yang ada saat ini. Sejatinya Kono adalah perusahaan kopi yang sejak 1925 membuat vacuum pot atau biasa disebut syphon. Memiliki rusuk penopang kecil yang ada di sepertiga bagian bawah, membuat dripper ini cukup susah menantang untuk menghasilkan clean cup. Kenapa? Hasil seduhannya menjadi lambat karena model uniknya ini. Sampai saat ini hanya ada satu bahan pembuatnya yaitu resin, yang konon digunakan karena tidak membuat panas berlebih ketika proses penyeduhan kopi.
(sumber: gordi.id)
Jenis Dripper
Metode seduh manual brew sangat populer dikalangan penikmat kopi, karena memiliki banyak keuntungan diantaranya murah dan mudah dibuat dari rumah. Hal ini pun digandrungi oleh para penikmat kopi pemula. Sebab, mereka dapat membuat sendiri dengan hasil yang sama persis dengan para professional yang ada di kedai kopi langganannya. Bagi kalian para pecinta manual brew dan ingin tahu lebih banyak dari metode ini khususnya peralatan seduh yang biasa digunakan setiap hari. Berikut ini kami sajikan beberapa alat kopi yang termasuk dalam kategori filter kopi.
V60
Chemex bukan satu-satunya alat seduh manual yang menggunakan bahan dari kimia. Hario V60 diciptakan oleh perusahaan Tokyo yang memproduksi dan menjual produk-produk kaca yang menggunakan bahan kimia dan fisik. Alat seduh Ini adalah pendatang baru untuk industri perangkat pembuatan manual brew. Dan baru ditemukan pada tahun 2015. Penamaan V60 diilhami dari sudut kerucutnya 60 derajat.
(sumber:wartakopi.com)
Resep Seduh V60
Siapkan gelas dengan V60 dripper dan filter di atasnya.
Basahi filter dengan air panas, dan buang air bekasnya.
Masukkan bubuk kopi pada dripper.
Seduh dengan gerakan memutar secara konstan dan perlahan.
Tuang hingga timbangan menunjukkan 30 ml, tunggu 45 detik.
Tuang hingga 80 ml, tunggu 45 detik.
Tuang hingga 150 ml, tunggu 30 detik.
Tuangan terakhir, hingga 195 ml.
Sebelum tetesan berhenti, angkat agar seduhan yang terakhir tidak ikut tercampur.
Chemex
Pada tahun 1941, ahli kimia dan penemu Jerman Peter J. Schlumbohm menciptakan Chemex, yang merupakan salah satu dari banyak penemuan yang ia ciptakan dalam masa hidupnya.Dia pertama kali memamerkan prototipe pembuat kopi Chemex di New York World’s Fair pada tahun 1939 dan membentuk Chemex Corporation, dua tahun kemudian memproduksi dan memasarkannya.
(sumber:wartakopi.com)
Resep Seduh Chemex
Giling kopi 25 gram dengan ukuran medium ke kasar.
Panaskan air hingga 90 derajat Celcius lalu basahi kertas filter.
Masukkan kopi ke atas kertas filter tadi.
Tuang air sebanyak 50 ml dengan gerakan melingkar, diamkan selama 30 detik.
Tuang air sebanyak 50 ml, sampai berat 100 ml, diamkan sampai menit ke-1.
Tuang air kembali secara melingkar, ulangi beberapa kali hingga mencapai 350 ml
Buanglah kertas filter yang berisi ampas kopi.
Aduk wadah Chemex supaya hasil kopi merata.
Wave Dripper
Kalita Co. adalah perusahaan Jepang yang telah memproduksi peralatan kopi dan filter kertas sejak tahun lima puluhan. Mereka menciptakan seri Kalita Wave dari dripper kopi pada 2010. Tidak seperti V60, Kalita Wave memiliki dasar yang datar dengan tiga lubang ekstraksi, yang menghilangkan penyaluran air di alas kopi dan memperlambat aliran air melalui ampas kopi, maka tersajilah secangkir kopi yang renyah.Dripper memiliki sedikit kontak dengan filter, menjaga suhu tetap konsisten dan mendispersikan air secara merata. Alat seduh ini tersedia dengan bahan logam, gelas dan keramik.
(sumber:wartakopi.com)
Resep Seduh Wave Dripper
Panaskan air pada temperatur 87 derajat Celcius.
Giling 30 gram kopi pada grind level medium.
Tempatkan filter pada dripper Kalita Wave lalu bilas dan buang airnya.
Masukkan kopi ke dalam filter.
Tuang air hingga mencapai 50 gram di waktu 30 detik.
Lanjutkan tuangan air kedua sampai 100 gram air di waktu 60 detik.
Lakukan dengan metode sama hingga air mencapai 300 gram.
Blue Bottle Dripper
Blue Bottle didirikan oleh James Freeman pada tahun 2002 dengan ide sederhana namun revolusioner: menyeduh kopi sesuai pesanan, menggunakan metode pour over. Dripper ini berbentuk menyerupai wave dripper hanya perbedaannya terletak di ulir dan jumlah lubang. Blue Bottle dripper ini mempunyai ulir vertikal yang cukup rapat jaraknya dan lubangnya hanya ada satu yang terletak di tengah dengan ukuran lubang yang cukup kecil. Dengan jumlah dan ukuran lubang tersebut mengakibatkan body yang dihasilkan menjadi tebal.
Resep Seduh Blue Bottle
Panaskan 60 ml air
Giling 30 gram biji kopi level medium.
Letakkan filter pada dripper lalu bilas dan buang airnya.
Masukkan kopi ke dalam filter.
Tuang air hingga mencapai 60 ml di waktu 30 detik.
Tuang air sebanyak 90 ml, sampai berat 150 ml.
Selanjutnya tuang sebanyak 100 ml, sampai berat 250 ml.
Tuangan terakhir sebanyak 100 ml, sampai berat 350 ml.
Koka Dripper
Awal Mas Pepeng bikin KoKa dripper gara-gara kalo pagi ia suka menyeduh kopi dengan mug dari tanah liat. Lalu Mas Pepeng penasaran dan mulai merembet ketika ia buka-buka majalah cafe jepang yang dibelinya beberapa bulan sebelumnya. Dan ia baru tahu beberapa warung dan penyeduh rumahan menggunakan dripper desain sendiri. Saat sambil minum kopi pagi itu, lalu Mas Pepeng berpikiran jika mug ini dilubangi maka akan jadi sebuah dripper. Konsep awalnya adalah itu, bahwa ia ingin dripper buatan Indonesia. Selain itu Mas Pepeng ingin satu dripper yang bisa dipakai segala bentuk filter.
(sumber: facebook Klinik Kopi)
Resep Seduh Koka
Panaskan air pada temperatur 85 derajat Celcius.
Giling 15 gram kopi pada grind level medium to coarse.
Letakkan filter pada dripper lalu bilas dan buang airnya.
Masukkan kopi ke dalam filter.
Tuang air kurang lebih 1 cm dari permukaan kopi.
Biarkan air pada kopi mengering
Ulangi cara tersebut sampai berat mencapai 120 ml.
Eksperimen Seduh
Dalam menyeduh kopi dengan menggunakan metode filter kopi banyak variabel yang harus diperhatikan antara lain tingkat kekasaran gilingan kopi, rasio (perbandingan) air yang digunakan dengan jumlah kopi yang akan diseduh, dan jumlah tuangan air.
Untuk perbandingan kopi dan air yang umum digunakan adalah 1:15 , 1:16, dan 1:18. Maksud dari perbandingan 1:15 adalah 1 gram kopi akan diseduh dengan air sebanyak 15 ml, misalkan kita menggunakan kopi sebanyak 15 gram maka air yang digunakan sebanyak 225 ml (15gr x 15 ml). Semakin kecil rasio maka hasil seduhan akan semakin pekat tetapi itu dipengaruhi pula oleh tingkat kegelapan biji kopi.
Secara umum jumlah tuangan akan mempengaruhi dari tingkat manis, asam dan kepekatan kopi. Pembagian tuangan menurut Tetsu Kasuya (World Brewers Championship 2016) adalah 40% dari total air untuk menentukan tingkat manis dan asam kopi lalu 60% sisanya untuk kepekatan kopi. Untuk hasil yang seimbang 40% dibagi menjadi 2 kali tuangan (masing-masing 20%). Kemudian 60% dibagi menjadi tiga kali tuangan (masing-masing 20%).
Untuk lebih memahami teori tersebut silahkan anda bereksperimen. Di sini kami menyediakan kalkulator seduh agar mempermudah anda untuk bereksperimen dengan rasio air dan kopi. Gilingan yang kami rekomendasikan adalah medium to coarse.